Posted May 11, 2006 (Originally)
Oleh Chalid Tamimi MBA, PMP
Kata “Proyek” serta persepsinya.

Pada saat berjalan-jalan saya sering melihat papan pengumuman dengan tulisan “Hati-hati keluar masuk kendaraan proyek”. Biasanya papan ini terpampang di lokasi proyek pembangunan gedung. Papan-papan tersebut secara tidak langsung memberikan andil terhadap pembentukan persepsi pada masyarakat umum bahwa kata-kata “proyek” selalu terkait dengan aktifitas membangun gedung, jembatan, saluran air dan sebagainya. Persepsi ini telah membuat masyarakat umum mengkaitkan ilmu manajemen proyek dengan pengelolaan proyek pembangunan fisik. Masih banyak orang yang tidak dapat membedakan antara Manajemen Konstruksi dengan Manajemen Proyek secara umum.

Manajemen Proyek untuk semua orang.

Ilmu manajemen proyek pada saat ini, mulai diangap sebagai sebuah disiplin ilmu yang dapat dipergunakan tidak hanya pada pembangunan yang bersifat fisik tetapi juga dipergunakan pada proyek-proyek yang bersifat non fisik seperti pada proyek-proyek internal perusahaan: pengembangan dan peluncuran produk atau jasa baru; perbaikan sistim SDM; perbaikan dan pengenalan sistim dan prosedur perusahaan yang baru; atau pegembangan teknologi informasi yang baru. Sepuluh tahun terakhir ilmu manajemen proyek telah berkembang sedemikian rupa sehingga menjadi sebuah disiplin ilmu yang sangat memberikan manfaat tidak lagi pada industri konstruksi tetapi juga kepada industri lain seperti industri yang terkait dengan consumer good, perbankan dan lain-lain. Hal ini terlihat juga pada komposisi anggota asosiasi profesi manajer proyek berdasarkan latar belakang industri yang digeluti. Pada saat ini komposisi anggota tidak lagi didominasi oleh orang-orang yang berlatar belakang industri konstruksi. Sekarang orang-orang dari industry telekomunikasi, Sistem Manajemen, Teknologi Informasi dan lain-lain telah mengalahkan dominasi orang-orang dari industri konstruksi.

Perang sebagai ilham.

Ilmu manajemen proyek itu sendiri banyak di ilhami oleh pengelolaan perang. Pada saat perang dunia kedua. Pihak- pihak yang berperang selalu berlomba-lomba dalam mengembangkan senjata-senjata baru yang dapat dipakai untuk memenangkan perang. Produk-produl tersebut harus dapat dirancang dan direalisasikan sesegera mungkin dengan keterbatasan-keterbatasan yang ada. Baik dari sisi resource maupun dari sisi waktu. Semua pekerjaaan harus dikelola secara efektif dan efisien tanpa banyak mengganggu pekerjaan rutin yang sedang dilakukan.

Usaha pembuatan standard.

Para ahli di manca negara kurang lebih selama 30 tahun terakhir mencoba mengembangkan panduan dasar dalam pengelolaan proyek atau penanganan pekerjaan “temporer” yang menghasilkan produk “unik” berdasarkan pengalaman mereka yang berasal dari industri-industri berbeda. Usaha-usaha semacam ini telah dilakukan secara sporadis diberbagai belahan dunia. Banyak asosiasi profesi manajemen proyek yang nirlaba berusaha membuat Ilmu Baku (Body of Knowledge) dalam pengelolaan proyek.
Salah satu yang dianggap berhasil membakukan standar pengelolaan proyek adalah Project Management Institute (PMI), sebuah asosiasi profesi internasional yang berpusat di Amerika Serikat. PMI telah berhasil mengembangkan PMBOK Guide yang dapat dipakai sebagai acuan dalam mengelola segala jenis proyek. Buku ini telah diakui oleh lembaga standar Amerika Serikat (ANSI).

Kompetensi untuk daya saing.

Memiliki kompetensi pengelolaan proyek dapat meningkatkan daya saing pada saat ini. Menghadapi kondisi yang terus berubah di dunia usaha, banyak perusahaan hanya dapat berencana untuk jangka waktu yang pendek. Tidak ada lagi kondisi yang kekal, perubahan sudah menjadi rutinitas. Sebagai contoh model mobil yang dahulu dirubah setelah 5 tahun sekali, sekarang sudah dilakukan setiap 2 sampai 3 tahun sekali. Barangkali mobil masa depan akan berubah model setiap musim,???
Kondisi-kondisi ini memerlukan pengelolaan yang baik. Rasanya akan sulit ditangani hanya dengan organisasi fungsional biasa. Mungkin lebih tepat bila ditangani melalui pendekatan organisasi proyek, dimana semua perubahan harus disikapi dan dikelola secara baik. Hal itu dilakukan melalui mekanisme integrated change control bersama pengelolaan resikonya.

Ilmu untuk para pemimpin masa sekarang dan depan.


Sebagian besar CEO yang ada di Fortune 500, pernah menjadi seorang manajer proyek. Orang-orang ini sudah terbiasa menyelesaikan pekerjaan dilingkungan dengan perubahan-perubahan yang cukup drastis. Mereka menggunakan ilmu manajemen proyek yang dimiliki dalam pengelolaan perusahaan yang dipimpinnya. Rasanya masuk akal juga ramalan seorang pakar manajemen, T om Peters, yang mengatakan bahwa manajemen proyek akan berperan lebih besar dimasa-masa yang akan datang melihat kondisi dunia usaha yang cepat berubah. Dengan kata lain manajemen proyek dapat menggantikan posisi general management di masa yang akan datang karena dapat diaplikasikan pada berbagai macam industri dan kondisi yang cepat berubah.

Info:
Di Indonesia asosiasi professional di bidang manajemen proyek pertama kali dibentuk pada bulan juni tahun 1997 yaitu Project Management Institute Indonesian Chapter yang terkait dengan PMI Amerika Serikat. Pada tahun 1999 tepatnya bulan Juli di Jakarta juga telah didirikan Ikatan Ahli Manajemen Proyek Indonesia (IAMPI).

Bacaan yang menarik terkait hal yang serupa silahkan klik “The Value of Project Management”

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *